Picture
the poem i read on sungkeman before siraman...

(untitled)
21052009 by ceftriaxone
*dedicated to my parents

Bapak, dan Ibuku, yang kuhormati
Siapakah gerangan yang tahu
    kecuali Allah Yang Maha Tahu
Bahwa hari ini, di hadapanmu,
Bapak, dan Ibuku...
    kan kurangkum untaian hidupku bersamamu
Dan dengan segala kerendahan hatiku, kubersimpuh...

Bapak, dan Ibuku, yang kusayangi
Masih ingatkah dulu, sewaktu kecilku?
Dengan topi lebar penuh bunga,
    dan sepeda yang kau hias, Bapak
Dengan gaun dan rok tutu merah muda
    yang kau jahit, Ibu
Dan hari itu tawa dan senyumku merekah sepanjang hari

Bapak, dan Ibuku, guru abadiku
Masih ingatkah dulu, saat kuterdiam dalam bingung?
Lalu kau ajariku seluruhnya,
    tentang sekolahku, tentang temanku,
    juga tentang rasaku, dan tentang hidupku
Kau ajariku tertawa dengan jujur,
    pun kau biarkan kumenangis dalam murung
Kau tak pernah lupa memelukku saat kubahagia,
    pun tak pernah lupa kau memelukku saat kuterjatuh

Bapak, dan Ibuku, rumahku untuk pulang selalu
Masih kuingat saat bimbangku,
    saat sedihku, marahku, dan sakitku
Saat kau tak berada di belakangku
    untuk mendorongku meraih asaku
Masih kuingat saat kecewaku
    saat melihatmu berseberangan denganku
Hingga waktu membawaku kembali menginjak bumi,
    membuka mataku, dan menyadarkanku
Bahwa untuk membahagiakanmu, adalah kebahagiaan yang kucari...

Bapak, dan Ibuku, bianglala dan matahariku
Betapa tak terhingga syukurku, sujudku,
    pada Allah Yang Maha Pemurah
    memberiku kenikmatan dalam wujudmu
Berdua, dalam tatap mataku,
    melindungiku, menjagaku,
    menuntunku hingga hari ini
Dan dengan tulusnya hatimu, `kan kau antarkan aku untuk menapak  tangga lebih tinggi

Bapak, dan Ibuku, malaikat penjagaku
Hari ini, izinkanlah kumemohon padamu
Sebuah permintaanku
    sebagai seorang putri, kepada orangtuanya

Bapak, dan Ibuku, sepasang sayap pelindungku
Izinkanlah aku, untuk berjalan bersama belahan jiwa yang kupilih
Meniti setapak kecil yang kami ingini
    untuk mendapat ridha Allah Yang Maha Pencipta,
    untuk dapat menjadi satu jiwa yang utuh,
    dan untuk menjadi sepasang sayap yang kokoh dan tegar
Seperti engkau berdua...
Sehingga kelak kami mampu melindungi dan membimbing sayap-sayap kecil kami
    untuk dapat tumbuh dan terbang tinggi
Lebih tinggi dari kami
    dan lebih tinggi darimu

Maka ajari aku lebih keras, didik aku lebih keras lagi!
Bimbing aku selalu dalam melewati setapak kecil kami
Dan genggam erat tanganku, Bapak dan Ibu...
Jangan lepaskan aku dari pandanganmu!
Karena terlalu tinggi tempat yang kutuju,
    yang kuyakin takkan bisa kulewati tanpamu di sampingku
Ingatkan aku bila kusalah,
    tegur aku bila kukhilaf
Karena ketahuilah, Bapak dan Ibu...
    bahwa aku akan tetap di sini
Aku takkan pernah, dan sungguh takkan pernah pergi!

Bapak, dan Ibuku, cintaku, hidupku yang takkan tergantikan...
Kumohon... restuilah kami,
    izinkanlah, dan
    kabulkanlah permintaanku...
Picture
 


Comments

Sun, 29 Aug 2010 23:12:12

I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it. (Voltaire, Frech writer)

 



Leave a Reply